Kamis, 03 April 2008

BERMAIN LAYANG-LAYANG

Hari ini hari Minggu. Matahari belum lagi bersinar, sisa-sisa dinginnnya malam masih terasa.
Namun terlihat kesibukan dan keasikan beberapa anak di sudut halaman rumah. Ada yang sedang memegang sebilah bambu, ada yang memegang golok, ada yang memegang pisau dapur. Hiii! Serem banget! Kok pake-pake benda tajam segala? Apakah mereka mau berantem? Ternyata tidak. Hari ini mereka mau membuat layang-layang. Wow! Asyik. Seluruh anak laki-laki SOS DESA TARUNA BANDA ACEH hari ini akan berkunpul menunjukkan kreativitas mereka membuat layang-layang.
Pak Anno tampak sibuk memberi arahan dan sedikit mengingatkan anak-anak untuk berhati-hati menggunakan peralatan. Terdengar teriakan-teriakan untuk meminjam tukar peralatan yang digunakan. Beberapa anak sudah mendapat jatah bambu. Sebagian lagi masih asik membelah dan memilah-milah bambu yang akan digunakan.
Matahari sudah bersinar terang. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh. Sudah ada yang selesai dengan bambunya. Sekarang saatnya memikirkan bentuk-bentuk layang-layang yang indah dan menarik. Beberapa saat berlalu dengan sedikit kehebohan dan canda tawa anak-anak. Timbang sana timbang sini, ikat sana ikat sini. “Saya siap!” teriak Mulya. Bentuk rangka layang-layang yang biasa kita lihat, sudah ada di tangannya. Tak lama setelah Mulya, beberapa anak selesai dengan beragam bentuk layang-layang. Wow! Keee…reeen! Ada yang layang-layangnya besar sekali, ada yang imut-imut tapi lucu.
Saatnya untuk memasang kertas. Heboh! Pilih kertas, pilih warna. “Saya Biru, saya kuning, saya yang putih aja, Pak Anno…” seruan-seruan untuk memilih warna terdengar di seantero ruangan. Dengan penuh kesabaran, Pak Anno melayani satu persatu anak. Sunyi sesaat, mereka sibuk merekatkan kerta pada rangka layang-layang.
Namun ternyata, tidak semua anak telah selesai dengan rangka layang-layangnya. Masih ada beberapa anak di sudut halaman yang masih asik dengan bambu mereka, memikirkan bentuk dan mengikat tiap sudut rangka menjadi bentuk yang artistik.
Tak lama kemudian dari dalam ruangan keluar Mulya, Raja dan Saleh yang siap menerbangkan layang-layang. Layang-layang milik Raja lebih besar dari badannya. Ekornya pun sangat panjang. Dengan terseok-seok, Raja menyeret layang-layangnya menuju lapangan. Percobaan terbang, begitu kata mereka, sehingga besok tidak malu dan mereka masih ada waktu jika kelak layang-layang mereka tidak bisa terbang. Ikhsan menyusul ke lapangan membawa layang-layang buatannya. Kecil, imut, tapi ekornya, puuuuaaanjaaang sekali…
Hari sudah semakin siang. Hari ini pembuatan layang-layang selesai. Beruntung, hari Senin hari libur nasional. Anak-anak masih bisa melanjutkan membuat layang-layang. Dan yang lebih asik lagi, layang-layang buatan anak-anak akan diterbangkan besok di lapangan Blang Padang.
Hari ini hari Senin, bertepatan dengan hari libur Nasional. Kegiatan membuat layang-layang dilanjutkan. Yang belum selesai kemarin, hari ini melanjutkan pembuatan layang-layang. Ternyata masih ada yang membuat kerangka. Karena layang-layang kemarin GATOT alias Gagal Total. Alhasil, mereka harus membuat kembali, agar layang-layangnya bisa diterbangkan di lapangan Blang Padang sore nanti. Ada pula yang tidak puas dengan bentuk yang dibuatnya, sehingga saat melihat layang-layang teman yang lain, timbul ide kreatif baru untuk membuat dengan bentuk yang lebih menarik.
Saat yang lain sibuk memikirkan bentuk layang-layangnya, sebagian lagi melakukan pemanasan di lapangan Blang Cut, depan kantor. Tinggi, terbanglah tinggi… begitu teriak mereka. Layang- layang Raja terbang rendah sebelum akhirnya menukik tajam menghantam tanah. Huahahaha… Tampaknya badan layang-layang terlalu berat, hingga tidak mampu terbang tinggi.
Sedangkan layang-layang milik Ikhsan terbang tinggi meliuk dipermainkan angin terus tinggi… dan tus! Putus! Ikhsan sejenak terdiam memandang sedih layang-layang miliknya. Tidak tinggal diam, secepat kilat Ikhsan kembali membuat layang-layang untuk diterbangkan sore ini.
Di sudut lain di Garasi, masih banyak yang sibuk dengan bambu, kertas dan berbagai ide untuk dituangkan menjadi bentuk layang-layang yang menarik. Tak lama, Pak Anno berseru untuk segera berangkat menuju lapangan Blang Padang. Panik! Yang belum selesai segera menyelesaikan dengan terburu-buru, beberapa anak terlihat pasrah, ikut ke Blang Padang tanpa bisa membanggakan layang-layang miliknya.
Tiba di Blang Padang, anak-anak yang memiliki layang-layang dengan bangga mengeluarkan dan bersiap-siap menerbangkan layang-nya, sedangkan yang lain hanya bisa memotivasi dan memberi dukungan kepada teman-temannya.
Wus! Dengan dibantu teman yang lain layang-layang Satria D melesat cepat, meliuk ditiup angin dan terbang tinggi dibawa angin. Disamping Satria, Ikhsan dengan bangga melepas layang-layang darurat miliknya. Darurat, karena layang-layang yang diterbangkannya ini dibuat secara buru-buru sebelunm berangkat. Bentuknya seperti cumi-cumi, sehingga teman-teman memberi judul layang-layang Ikhsan adalah layang-layang cumi-cumi. Mulia dan Saleh tidak tinggal diam, dengan bangga, layang-layang mereka menari, meliuk dipermainkan angina dan terbang tinggi menyusul layang-layang yang lain.
“Tarik-tarik… kurang jauh… terus… terus…” samar-samar terdengar teriakan anak-anak… Tampak di kejauhan beberapa anak sibuk membantu temannya yang lain membatu menerbangkan layang-layang. “Asik… berhasil…” terdengar teriakan selanjutnya. Tak lama-layang-layang itu berbalik arah menukik tajam menghantam tanah dengan sangat buruknya. “Huahahahahaha…..” tawa menggema, menertawai layang-layang yang GATOT terbang! Usaha terus dilakukan. Tawa, teriakan-teriakan dan ledekan-ledekan, mewarnai sore layang-layang kami. Rame banget! Alhasil kami sempat jadi pusat perhatian orang-orang di sekitar Blang Padang
Heboh? Pasti! Seru? Tentunya! Bukan anak SOS DESA TARUNA kalo nggak heboh… Sore ini begitu ceria, lain waktu kami akan membuat layang-layang yang lebih indah, yang menari dengan cantik ditiup angin, yang dapat terbang tinggi setinggi bintang di langit.
(BANTENG)