Pada hari Minggu, tanggal 11 Juni 2006, kami keluarga besar SOS Desa Taruna Banda Aceh mengadakan kegiatan rekreasi ke Pantai Rawa di Kota Sigli (termasuk Kabupaten Pidie) dan Taman Gajah di Saree, Aceh Besar (dikaki Gunung Seulawah) dalam rangka liburan sekolah. Semua anak-anak menyambut dengan senang rekreasi liburan sekolah ini karena dapat melepaskan rasa bosan yang sudah beberapa bulan bergelut dengan rutinitas belajar, ujian, les, pertemuan remaja, latihan Tae Kwon Do, Pencak Silat, Menari, dll.
Menjelang keberangkatan, semua ibu-ibu sibuk memasak untuk bekal makan siang anak-anak. Sedangkan para bapak-bapak mempersiapkan semua perlengkapan mulai dari tenda, gitar, tikar, dll.
Kegiatan ini didampingi oleh bapak-bapak, yaitu; Pak Anno, Pak Irwan, Mas Banteng. Dan juga ibu-ibu, yaitu ; Bu Sakdiah, Bu Emma, Bu Rosmani, Bu Dian, Bu Lia, Bu Nuraini J, Bu Lena, Bu Murni, Bu Siti, Bu Nuraini P, dan Bu Zahra. Sedangkan dari karyawan yaitu; Rika, dan Bang Joni. Adapun anak-anak yang ikut, yaitu Satria D, Yuni, Ulfa, Fitri, Abdurahman, Rahmat, Yovan, Heru, Satria ES, Ikhsan, Agustin, Asakir, Mona, Dewi, Nurul, dan si kecil Nadia.
Tepat jam 08.00, sebelum berangkat dari rumah, Pak Anno memimpin do’a untuk memohon kepada Allah SWT agar diberi perlindungan dan kekuatan selama dalam perjalanan dari awal hingga akhir. Dalam perjalanan tersebut, kami menyewa satu buah bis dari Kampus IAIN Ar Raniry dengan kapasitas 30 orang.
Perjalanan dari Banda Aceh ke Pantai Rawa, Sigli memakan waktu kurang lebih 3 jam melewati pemandangan hutan lindung yang indah dan masih banyak terdapat monyet dan babi hutan yang turun ke jalan. Tepat pukul 11, kami tiba di tujuan. Kemudian kami memasang 2 buah tenda untuk berteduh karena pada waktu itu sinar matahari sangat terasa panas sekali. Mas Banteng, Pak Irwan, Bang Joni bersama anak-anak segera menyelesaikan pemasangan tenda tersebut. Lalu ibu-ibu segera menggelar tikar untuk alas tempat duduk sambil menyiapkan makan siang.
Rencana semula untuk ber “GAME-ria” tidak dapat dilaksanakan karena air laut sedang pasang sehingga tidak ada tempat lagi, semua di penuhi air. Akhirnya kami semua langsung membuka semua perbekalan yang sudah disiapkan ibu-ibu. Kami semua makan siang bersama. Beberapa saat setelah makan siang, ternyata air laut mulai surut, dan nampak sedikit daratan. Akhirnya anak-anak bermain bola di pantai dan setelah itu berenang.
Semua anak-anak terlihat senang dan gembira. Tepat pukul 14.30 kami semua berkemas-kemas untuk segera melanjutkan perjalanan ke Taman Gajah, Saree. Bis yang membawa anak-anak dan ibu-ibu berangkat terlebih dahulu, sedangkan Pak Anno menyusul kemudian karena akan mengisi bensin.
Tepat jam 17.00, kami sampai di Taman Gajah Saree, sedangkan anak-anak dan ibu-ibu sudah tiba lebih awal sedang berteduh di mushola karena turun hujan. Akhirnya kami semua berteduh di mushola tersebut sambil menunggu reda. Ketika sudah reda, kami menghubungi pawang gajah untuk meminta agar anak-anak bisa naik gajah tersebut, karena anak-anak sangat ingin sekali naik gajah.
Akhirnya tibalah giliran anak-anak menaiki gajah, ada yang malu-malu, ada yang ketakutan, dan ada yang ragu-ragu. Akan tetapi setelah mereka merasakan naik gajah, rasa malu dan takut tersebut menjadi hilang, semua anak-anak berani dan tidak malu untuk naik gajah, malah ingin naik gajah dua kali, termasuk Nadia yang masih berumur 1,5 tahun.
Setelah semua mendapat giliran naik gajah, akhirnya kami semua bergegas pulang kerumah. Sampai di rumah tepat pukul 19.00, semuanya tiba dengan selamat, dan kami bersyukur atas kegiatan yang sudah berjalan lancar tersebut. (Anno, 11-06-06)
